Sabtu, 27 September 2014

Trafo Arus

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRyBYXdBEWyXQ8j1z-D66smV696xFTDOqKdW5gVh5EY9pJCp5_0xg

Current Transformer

r

Fungsi dari trafo arus adalah:
  • Mengkonversi besaran arus pada sistem tenaga listrik dari besaran primer menjadi besaran sekunder untuk keperluan pengukuran sistem metering dan proteksi
  • Mengisolasi rangkaian sekunder terhadap rangkaian primer, sebagai pengamanan terhadap manusia atau operator yang melakukan pengukuran.
  • Standarisasi besaran sekunder, untuk arus nominal 1 Amp dan 5 Amp
Secara fungsi trafo arus dibedakan menjadi dua yaitu:
a). Trafo arus pengukuran
  • Trafo arus pengukuran untuk metering memiliki ketelitian tinggi pada daerah kerja (daerah pengenalnya) 5% – 120% arus nominalnya tergantung dari kelasnya dan tingkat kejenuhan yang relatif rendah dibandingkan trafo arus untuk proteksi.
  • Penggunaan trafo arus pengukuran untuk Amperemeter, Watt-meter, VARh-meter, dan cos φ meter.
b). Trafo arus proteksi
  • Trafo arus untuk proteksi, memiliki ketelitian tinggi pada saat terjadi gangguan dimana arus yang mengalir beberapa kali dari arus pengenalnya dan tingkat kejenuhan cukup tinggi.
  • Penggunaan trafo arus proteksi untuk relai arus lebih (OCR dan GFR), relai beban lebih, relai diferensial, relai daya dan relai jarak.
  • Perbedaan mendasar trafo arus pengukuran dan proteksi adalah pada titik saturasinya seperti pada kurva saturasi dibawah ini.
    Kurva kejenuhan CT untuk Pengukuran dan ProteksiKurva kejenuhan CT untuk Pengukuran dan Proteksi
  • Trafo arus untuk pengukuran dirancang supaya lebih cepat jenuh dibandingkan trafo arus proteksi sehingga konstruksinya mempunyai luas penampang inti yang lebih kecil .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar